Bayi Menguning Awas Ciri Penyakit Atresia Bilier!

Ternyata kondisi bayi menguning tidak hanya diakibatkan oleh penyakit kuning biasa yang terjadi pada bayi, seperti kadar bilirubin yang terlalu tinggi, ataupun Hepatitis. Namun  bayi menguning dalam kasus lain juga dikaitkan dengan penyakit Atresia Bilier, meskipun kasusnya jarang terjadi.

Baca juga : Apakah Bayi Kuning Harus Tetap Diberikan ASI?

Atresia Bilier, adalah kondisi langka yang terjadi akibat penyumbatan saluran empedu. Saluran empedu pada hati yang tadinya bertugas untuk membawa cairan empedu dari hati menuju kantung empedu untuk disimpan, lalu di usus kecil digunakan dalam pencernaan tersumbat. Dengan tersumbatnya saluran empedu, berakibat pada menguningnya tubuh.

Bayi Menguning Awas Ciri Penyakit Atresia Bilier!

Anggota tim Gastroentero-Hepatology Consultant Rumah Sakit Ciptomangunkusumo (RSCM) DR dr. Hanifah Oswari, Sp.A(K) menyatakan bahwa orangtua harus selalu awas dengan gejala awal dari kelainan ini. Pasalnya, gejala awal ini mirip dengan kebiasaan bayi baru lahir pada umumnya, yaitu bayi kuning. Dan biasanya, orangtua hanya berpikir menjemur sesuai tradisi menjaga bayi sehari-hari.

Dr. Hanifah menambahkan jika melihat kelainan pada bayi yang terus-terusan mengunng hingga ebih dari dua minggu, serta kulit dan matanya kuning, kencing gelap dan kotorannya putih, bawalah bayi tersebut segera ke rumah sakit. Tindakan pertama yang harus dilakukan untuk menangani kondisi ini yaitu dengan melakukan operasi kasai. Operasi ini harus dilakukan sebelum bayi berusia 2 bulan. Hal ini harus dilakukan sebelum bayi berusia 2 bulan, mengapa? Karena biasanya saat bayi berusia 2 bulan dokter lebih mudah untuk mendapati sirosis (kerusakan) hati pada anak.

Dalam pengalaman sebelumnya, sebelum 2 bulan, bayi harus menjalani operasi kasai dengan pembuatan saluran dari empedu dan hati ke usus dua belas jari sebagai antisipasi. Di beberapa negara, seperti Jepang, dampak operasi kasai bisa membuat 50% anak bertahan kira-kira hingga 10 tahun.

Di Indonesia sendiri, ada sekitar 23 bayi ditemukan pengidap Atresia. Mereka yang terdata adalah mereka yang datang ke rumah sakit, belum terhitung berapa jumlah pasien penderita Atresia yang tidak datang kerumah sakit.

Sayangnya penyebab dari tersumbatnya saluran empedu ini belum diketahui sampai sekarang. Hanya, tetap wasoada pada orangtua terutama Ibu, untuk selalu disiplin memeriksakan kondisi bayi jika terdapat hal-hal yang tidak biasa mengenai kondisi kesehatannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *