Mengetahui Jenis-jenis Penyakit Hati Yang Bersifat Keturunan

Penularan penyakit yang biasanya kita ketahui disebabkan oleh sistem imun tubuh kita yang rendah, sehingga membuat tubuh lebih mudah terserang penyakit. Selain itu, gaya hidup yang tidak sehat juga membuat seseorang mudah tertular penyakit. Dalam kondisi tersebut, sebenarnya pencegahan penyakit masih bisa dilakukan dengan merubah pola hidup kita menjadi lebih sehat. Namun, bagaimana jika gangguan kesehatan tersebut berasal dari faktor genetik?

Ada begitu banyak jenis penyakit yang diturunkan melalui genetik. Diantaranya hemophilia, thalasemia, buta warna, sindrom down dan masih banyak lagi termasuk penyakit Hati. Hati termasuk organ dalam yang sama pentingnya sebab memiliki banyak fungsi penting, diantaranya metabolisme lemak, melawan infeksi, membuang racun, pembekuan darah, dan sebagainya.

Mengetahui Jenis-jenis Penyakit Hati Yang Bersifat Keturunan

Jenis-jenis penyakit Hati yang diturunkan melalui faktor genetik terdiri dari 2, yaitu :

1. Hemochromatosis.

Hemochromatosis merupakan salah satu penyakit keturunan paling umum di Amerika. Satu dari 200 orang yang mengidap penyakit ini walaupun banyak yang tidak sempat terdiagnosis. Jika salah satu anggota keluarga (seperti pada orangtua misalnya) mengidap penyakit ini, maka saudara dan anak-anak juga akan memiliki risiko yang sama terhadap penyakit ini.

Penyakit Hemochromatosis juga termasuk penyakit yang memiliki endapan zat besi terakumulasi pada hati dan organ lainnya yang lebih sering menyerang pria. Sebenarnya, penyakit ini dapat muncul karena penyakit lain seperti thalasemia yang menyebabkan anemia bukan karena keturunan. Gejala dari penyakit ini adalah penyakit hati, nyeri sendi, lemah, penurunan berat badan yang tidak jelas, kulit yang menggelap (bronzing), nyeri perut, dan kehilangan hasrat seksual. Terkadang dapat timbul gejala seperti diabetes dan penyakit jantung.

Pengidap Hemochromatosis memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terjadinya Kanker hati atau Sirosis hati. Sehingga, jika sudah mengidap penyakit ini, skrining kanker harus dilakukan secara rutin.

2. Defisiensi alfa-1 antitripsin (AATD).

Alfa-1 antitripsin termasuk salah satu Protein penting untuk organ Hati. Penyakit defisiensi alfa-1 antitripsin (Alpha-1 Antitrypsin Deficiency [AATD]) terjadi dimana protein tidak ada sama sekali atau kurang kadarnya daripada normal di darah.

Penderita penyakit ini sebenarnya memproduksi protein penting namun penyakit ini mencegah protein tersebut masuk ke peredaran darah sehingga segera terakumulasi di organ Hati dan penderita memiliki risiko terkena penyakit Sirosis hati. Protein A1AT melindungi paru-paru dari kerusakan yang terjadi secara almiah karena enzim. Jadi, saat protein terlalu sedikit atau tidak ada, paru-paru rusak sehingga menyebabkan sesak nafas atau mengi. Gejala lainnya biasanya terjadi penurunan berat badan yang tidak diketahui penyebabnya, dada berbentuk seperti barel, lemah, batuk kronis, bengkak di kaki, tubuh menguning dan asistes.

Kedua jenis penyakit genetik pada Hati diatas tidak terlalu mematikan. Namun, keduanya berisiko berkembang menjadi Kanker Hati dan Sirosis Hati.

Baca juga :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *